Email Address

info@relung.or.id

Phone Number

+62 851-7544-2708

Our Location

Sleman, Yogyakarta 55573

Wedang Srapah Petungkriyono: Minuman Rempah Gula Aren dari Hutan Habitat Satwa Endemik Jawa

Pojok Pengetahuan,Sustainable Biodiversity-Based Business

Di lereng-lereng berhutan lebat Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, pagi bergerak perlahan. Kabut menggantung di atas lembah, suara sungai mengalir tanpa tergesa, dan di dapur-dapur kayu, para perempuan desa memulai hari dengan kerja sunyi yang telah diwariskan turun-temurun. Dari tangan-tangan itulah Wedang Srapah Petungkriyono lahir—sebuah minuman yang tumbuh dari hutan yang sama dengan Owa Jawa, Macan Tutul Jawa, dan Elang Jawa, satwa endemik yang masih bertahan di kawasan ini.

 

Wedang Srapah adalah minuman rempah tradisional berbasis gula aren murni, hasil pertemuan harmonis antara rempah Nusantara dan kearifan lokal masyarakat hutan. Jahe yang menghangatkan, kunyit yang menenangkan, kapulaga, pala, cengkeh, dan lada hitam berpadu dalam rasa yang tegas namun seimbang. Manis alaminya berasal dari gula aren Petungkriyono, yang diproduksi tanpa menebang pohon aren—praktik penting untuk menjaga tutupan hutan, mata air, dan habitat satwa liar seperti Owa Jawa (Hylobates moloch) yang bergantung pada kanopi hutan.

 

Nama Srapah berasal dari Sari Rempah, inti rasa dari berbagai rempah pilihan. Dalam budaya Jawa, istilah ini juga merefleksikan nilai kasaenan rinukti kanti lampah—kebaikan hanya bermakna jika dijalani. Prinsip ini hidup dalam keseharian perempuan desa hutan Petungkriyono: bekerja dengan tekun, mengambil secukupnya, dan merawat alam sebagai bagian dari kehidupan. Cara hidup inilah yang turut menjaga keseimbangan ekosistem, tempat Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) dan Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) masih memiliki ruang untuk bertahan.

 

Kini, Wedang Srapah hadir dalam bentuk sirup wedang rempah yang lebih praktis dan mudah disajikan. Sirup Wedang Srapah dapat dinikmati hangat maupun dingin, bahkan dipadukan dengan susu atau kopi, tanpa kehilangan aroma dan karakter rempah aslinya. Inovasi ini memungkinkan kehangatan Petungkriyono dinikmati lebih luas, sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi perempuan desa tanpa harus mengorbankan hutan sebagai rumah keanekaragaman hayati.

 

Setiap botol Sirup Wedang Srapah bukan sekadar produk minuman herbal tradisional, melainkan cerita tentang ketekunan, konservasi hutan, dan harapan yang tumbuh dari kerja sederhana. Dari hutan yang sama tempat Owa Jawa bernyanyi di pagi hari dan Elang Jawa membentangkan sayapnya, Wedang Srapah membawa pesan bahwa ekonomi desa dan pelestarian alam dapat berjalan beriringan. Karena sering kali, perubahan besar memang berawal dari segelas hangat yang dibuat dengan kesungguhan.

 

Tonton keseruan pembuatannya:


Kontributor:

Meiardhy Mujianto

“Dynamic Harmony between Human and Nature.”

-Relung Indonesia

Tags :
Pojok Pengetahuan,Sustainable Biodiversity-Based Business
Share This :

Contact Info

Newsletter

Jaga lingkungan bersama Relung Indonesia Foundation! Dapatkan informasi terkini seputar kehutanan dan lingkungan di Indonesia.

Relung Indonesia Foundation

Copyright © 2023. All rights reserved.