Email Address
info@relung.or.id
Phone Number
+62 851-7544-2708
Our Location
Sleman, Yogyakarta 55573
info@relung.or.id
+62 851-7544-2708
Sleman, Yogyakarta 55573
admin
September 23, 2025

Tanggamus, Agustus 2025 — Yayasan Resiliensi Lingkungan Indonesia (Relung), dengan dukungan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Indonesia dan PT Nestlé Indonesia – Panjang Factory, kembali melaksanakan rangkaian Pelatihan Product Development bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.
Kegiatan ini diselenggarakan di dua kecamatan yaitu Pulau Panggung dan Ulu Belu, dengan melibatkan lebih dari 50 peserta perwakilan dari 22 KWT. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi sejak hari pertama. Bagi banyak KWT, pelatihan ini menjadi momen penting untuk melihat produk mereka bukan hanya sebagai hasil olahan rumah tangga, tetapi sebagai produk bernilai tambah yang siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Sejak awal program pendampingan, KWT telah mulai mengembangkan produk-produk berbasis potensi lokal, seperti keripik pisang, stik ubi, teh kelor, gula bandrek, hingga minuman herbal instan. Namun, sebagian besar produk masih dihadapkan pada tantangan umum seperti: kemasan sederhana, promosi yang terbatas, serta minimnya pemahaman tentang legalitas dan branding.
Pelatihan Product Development ini hadir untuk menjawab kebutuhan dan keresahan tersebut. Fokusnya tidak hanya pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga pada branding, strategi pemasaran digital, perizinan usaha, hingga sertifikasi halal. Dengan cara ini, peserta tidak hanya diajari membuat produk, tetapi juga bagaimana memposisikan produk mereka di mata konsumen sebagai sesuatu yang menarik, terpercaya, dan berdaya saing.
Seorang peserta dari Pulau Panggung menyampaikan refleksinya:
“Kami biasanya hanya menjual produk seadanya di lingkungan desa. Setelah pelatihan, kami baru sadar bahwa kemasan, label, bahkan cara kami memperkenalkan produk sangat berpengaruh pada minat pembeli.”
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber dan Trainer dengan keahlian berbeda di maisng-masing bidang nya. Materi yang disampaikan meliputi:
Pelatihan ini dirancang interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi, praktik, dan simulasi. Di Pulau Panggung, misalnya, beberapa peserta awalnya enggan berbicara di depan kamera saat membuat konten promosi. Namun, dengan dorongan Trainer, fasilitator dan rekan peserta satu kelompok, mereka akhirnya mampu menyelesaikan video singkat yang memperkenalkan produk unggulan kelompoknya.
Di Ulu Belu pula, peserta sangat antusias ketika membahas kemasan. Salah satu kelompok bahkan menceritakan bagaimana mereka berhasil meningkatkan penjualan hanya dengan memperbaiki label dan tampilan produk. Cerita ini menjadi inspirasi bagi peserta lain, bahwa inovasi kecil bisa berdampak besar.
Antusiasme juga tampak dalam sesi halal. Peserta menyadari bahwa dengan adanya sertifikat halal, produk mereka tidak hanya punya peluang masuk pasar lebih luas, tetapi juga membawa nilai kepercayaan yang lebih tinggi di masyarakat.
Menutup pelatihan, peserta melakukan refleksi bersama. Sebagian besar menyatakan bahwa pengalaman membuat video promosi dan merancang desain kemasan dengan memanfaatkan AI melalui ChatGPT adalah sesuatu yang baru dan menyenangkan. Mereka kini lebih memahami bahwa usaha bukan sekadar produksi, tetapi juga strategi branding, promosi digital, legalitas, dan halal.
Seorang peserta dari Ulu Belu menuturkan:
“Awalnya saya pikir usaha cukup dengan membuat produk, tapi ternyata yang lebih penting adalah bagaimana orang lain melihat dan percaya dengan produk kita. Kemasan, label, halal, dan promosi ternyata sangat menentukan.”
Pelatihan Product Development di Tanggamus telah memberikan fondasi penting bagi KWT untuk mengembangkan usaha mereka secara lebih strategis. Dengan bekal pengetahuan tentang branding, digital marketing, kemasan, legalitas, dan halal, para perempuan tani kini memiliki kepercayaan diri lebih besar untuk memasarkan produk mereka ke pasar yang lebih luas.
Relung Indonesia bersama GIZ Indonesia dan PT Nestlé Indonesia – Panjang Factory berkomitmen untuk terus mendampingi para Kelompok Wanita Tani dalam memulai usaha yang baru ini, khususnya dalam:
Dengan langkah-langkah tersebut, KWT di Tanggamus diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai pelaku UMKM, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Kontributor:
Shella












“Dynamic Harmony between Human and Nature.”
-Relung Indonesia
Jaga lingkungan bersama Relung Indonesia Foundation! Dapatkan informasi terkini seputar kehutanan dan lingkungan di Indonesia.
Relung Indonesia Foundation
Copyright © 2023. All rights reserved.