Email Address

info@relung.or.id

Phone Number

+62 851-7544-2708

Our Location

Sleman, Yogyakarta 55573

Melindungi Pantai, Menghidupkan Ekosistem: Kisah Sukses Inisiatif Penanaman Mangrove di Baros

Pemulihan Ekosistem

Pada tahun 2003, dimulai sebuah inisiatif penanaman mangrove di Muara Sungai Opak, Dusun Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul. Proyek ini diprakarsai oleh LSM Relung yang saat ini bertransformasi menjadi Yayasan Relung Indonesia, bekerja sama dengan masyarakat lokal dan organisasi pemuda setempat. Awalnya, penanaman dilakukan di lokasi-lokasi yang rentan terhadap banjir musiman di sekitar Muara Opak, dengan luas awal 2,1 hektar. Saat ini, inisiatif tersebut telah berkembang dengan dukungan banyak pihak menjadi hamparan mangrove seluas 26 hektar.

Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk melakukan mitigasi bencana dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Mangrove berperan sebagai penahan gelombang dan angin, yang mampu mengurangi dampak bencana seperti banjir dan abrasi pantai. Selain itu, mangrove juga berperan dalam menyerap karbon dioksida, salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim.

Pada tahun 2014, pemerintah daerah mengakui pentingnya inisiatif ini dengan mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Bantul Nomor 284 Tahun 2014, yang menetapkan areal mangrove di Dusun Baros sebagai Pencadangan Kawasan Konservasi Taman Pesisir. Wilayah hutan mangrove Baros ditetapkan sebagai kawasan konservasi dengan luas keseluruhan 132 hektar, yang dibagi menjadi tiga zona: zona inti (10 ha), zona lainnya (94 ha), dan zona pemanfaatan terbatas (28 ha).

Mangrove yang terdapat di Kawasan Konservasi Taman Pesisir Baros mencakup 5 jenis, yaitu Avicennia sp., Rhizophora sp., Bruguiera sp., dan Nypa frutican. Selain itu terdapat juga Soneratia caseolaris yang merupakan jenis asli yang tumbuh di lokasi tersebut, Secara umum komposisi Avicennia sp. 60 %, Rhizhopora sp. 20 %, Brugueira sp.10 %, dan Nipah 10 %. Selain manfaat dalam mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim, inisiatif penanaman mangrove oleh Yayasan Relung Indonesia juga memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Mangrove menjadi habitat bagi berbagai spesies flora dan fauna, mendukung keanekaragaman hayati. Selain itu, mangrove juga menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat lokal, baik dari hasil penangkapan ikan maupun potensi wisata alam. Kawasan ini kini menjadi tujuan wisata dengan keindahan alamnya yang mempesona.

Link artikel terkait:

Berikut adalah beberapa link berita yang terkait dengan mangrove di Baros:

  1. Hutan Mangrove Baros Kembali Ditanami, Halim: Ini Aset Penting: Berita ini membahas tentang penanaman kembali bibit mangrove di Kawasan Konservasi Mangrove Baros oleh Pemkab Bantul. Penanaman ini dinilai penting untuk mencegah abrasi, terutama di tengah maraknya penambangan pasir ilegal.
  2. Bantul Semakin kaya Tujuan Wisata, Kawasan Mangrove Baros Jadi Ikon Wisata: Artikel ini membahas tentang Kawasan Mangrove Baros yang menjadi ikon wisata di Bantul. Kawasan ini dikelola oleh Pemkab Bantul dan telah disahkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor : 284 Tahun 2014 Tentang Pencadangan Kawasan Konservasi Taman Pesisir.
  3. Kurangi Bencana, FPRB Bantul Tanam Mangrove di Baros: Berita ini membahas tentang upaya Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bantul dalam melakukan penanaman mangrove di Pantai Baros untuk mengurangi dampak bencana.
  4. Berita Terkini – bantulkab.go.id: Berita ini membahas tentang penanaman kembali hutan Mangrove di Baros oleh Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, dalam rangka menyambut Hari Keanekaragaman Hayati Tahun 2021.

 

Kontributor:

Meiardhy Mujianto

“Menyatulah dengan alam, coba selami cara alam bergerak dan bereaksi, sayangi ia. Setelah itu baru namakan dirimu manusia.”

-Anonim

Tags :
Pemulihan Ekosistem
Share This :

Blog Terbaru