Email Address
info@relung.or.id
Phone Number
+62 851-7544-2708
Our Location
Sleman, Yogyakarta 55573
info@relung.or.id
+62 851-7544-2708
Sleman, Yogyakarta 55573
admin
Mei 29, 2026

Senin dan Selasa, 4 dan 5 Mei 2004 sejumlah perwakilan dari Pemerintah Provinsi , Instansi Vertikal Pemerintah Pusat dan Masyarakat Sipil (CSO) di Kalimantan Barat berkumpul untuk berdiskusi tentang sebuah isu yang cukup penting: pengembangan industry sawit, ketahanan pangan , restorasi ekosistem dan pengendalian iklim. Pada hari pertama sudah dihangatkan oleh input dari Pak Budi (Kabid ekonomi Baperida Provinsi Kalimantan Barat):” Mulai saat ini kita sudah harus mendisKusikan tentang kedaulatan pangan, bukan sekedar ketahanan pangan saja, kalau soal ketahanan pangan itu mudah asal kita punya uang bisa membeli, tapi kalau kedaulatan itu beda”. Lantas Beliau menjelaskan bahwa titik tekan dari kedaulatan pangan bukanlah sekedar bisa “menyediakan” namun juga mandiri dalam hal memproduksinya.
Daerah pusat/sentra produksi sawit seperti Kalbar pun bisa dikatakan “berketahanan pangan” karena para petani sawit mampu membeli beras dan bahan pangan lainnya meskipun tidak mempunyai area produksi pangan. Namun sebenarnya daerah-daerah tersebut dapat dikatakan rawan dalam konteks “kedaulatan pangan” karena tidak mempunyai aspek-aspek produksi pangan secara mandiri, alias tergantung dari wilayah/pihak lain. Mengapa mendiskusikan istilah kedaulatan dan ketahanan pangan ini penting? Apa hubungannya dengan Kalimantan Barat?
Saat ini Yayasan Relung Indonesia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan para pihak (CSO dan Akademisi) di Kalimantan Barat sedang mengembangkan ide tentang Integrated Landscape Management (Pengelolaan Lanskap Terpadu) dengan berbasis industri sawit yang berkelanjutan yang menopang ketahanan pangan, restorasi lingkungan dan keanekaragaman hayati, dan berkontribusi nyata dalam pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Inisiatif bertajuk FOLUR (Food System, Land Use and Restoration) ini didanai melalui Global Environment Facility (GEF), didukung secara teknis oleh UNDP dan berkoordinasi dengan beberapa Kementerian terkait yaitu Kemenko Pangan, Bappenas, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Kehutanan.
Pada hari itu (pada kelompok diskusi II yang kebetulan saya pandu) mencuat beberapa isu yang menyertai berkembangnya (industri) kelapa sawit di Kalimantan Barat. Tema Diskusi kelompok kecil ini adalah Membangun Industri Sawit Yang Inklusif dan Berkeadilan. Kompetisi sawit dan pangan merupakan salah satu isu saja karena perkembangan tanaman sawit disinyalir telah mengkonversi banyak sekali lahan produksi pangan. Salah satu peserta FGD (Pak Agus) menyampaikan bahwa sekitar 80.000 ha Lahan Baku Sawah (LBS) terkonversi yang diperkirakan Sebagian besar menjadi kebun sawit. Selain itu di Kalimantan Barat sebenarnya terdapat sekitar 80.000 – 90.000 ha area padi ladang yang saat ini menopang produksi pangan secara nyata bagi masyarakat Kalimantan Barat. “Namun sayangngnya BPS tidak mencatat area ini di dalam statistik wilayah,” jelas Pak Agus. Yang memprihatinkan lahan padi ladang inipun tiap tahun juga mengalami pengurangan luas akibat terkonversi menjadi kebun sawit. “Bahkan area budidaya kebun jeruk di Sambas pun juga banyak yang diubah jadi kebun sawit” lanjut Pak Agus.
Selain kompetisi lahan pangan dan kebun sawit ternyata banyak sekali isu-isu yang menarik perhatian dalam perspektif inklusivitas dan keadilan, diantaranya adalah:
Berdasarkan telah terhadap situasi pengembangan kelapa sawit diatas, maka para peserta diskusi mengajukan beberapa rekomendasi ke depan tentang pengembangan industri sawit yang inklusiif dan berkeadilan di Kalimantan Barat. Langkah-langkah yang diusulkan adalah sebagai berikut:
Berbagai rekomendasi di atas akan bersama-sama diperjuangkan dan menjadi bagian dari pengembangan dokumen Integrated Landscape Management dalam program Food System Land Use and Restoration (FOLUR).
Kontributor:
Akhmad Arief Fahmi



“Dynamic Harmony between Human and Nature.”
-Relung Indonesia
Jaga lingkungan bersama Relung Indonesia Foundation! Dapatkan informasi terkini seputar kehutanan dan lingkungan di Indonesia.
Relung Indonesia Foundation
Copyright © 2023. All rights reserved.